Judi Online Mulai Sasar Website Desa, Pengamanan Diperkuat

29 Agustus 2025 00:00 WIB

Jakarta, Ditjen TPD - Penyisipan konten judi online mulai menyasar website desa dengan domain '.desa.id'. Kondisi ini mendorong penguatan pengamanan melalui peningkatan pengawasan, pemeriksaan kerentanan, serta koordinasi antara pengelola registrar, pemerintah daerah, dan pengelola website.

Pengelola registrar domain pemerintah, Maykada Harjono, menyampaikan bahwa penyisipan konten judi online pada website pemerintah menunjukkan kecenderungan meningkat dan mulai banyak menyasar website desa. "Penyisipan konten judi online cenderung semakin meningkat dan mulai banyak menyasar website dengan domain '.desa.id'. Selama 1-24 Agustus 2025, telah dikirim 267 email notifikasi kepada pengelola website dan masih terdapat 368 URL yang terdeteksi aktif pada periode 18-24 Agustus," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Penanganan Judi Online di Website Pemerintah yang berlangsung secara daring melalui Zoom, Jumat (29/8/2025).

Menurut Maykada, temuan pada domain '.desa.id' menunjukkan perlunya pengelola website lebih aktif melakukan pemantauan dan menindaklanjuti notifikasi keamanan. Selama 1-24 Agustus 2025, tercatat 25 temuan penyisipan konten judi pada domain '.desa.id', termasuk beberapa website yang menampilkan konten perjudian pada halaman utama sehingga perlu dikenai tindakan suspend.

Narasumber dari PANDI/ITB, Basuki Suhardiman memaparkan bahwa pemeriksaan kerentanan menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan website. "Instansi dapat menggunakan OpenVAS untuk mencari kerentanan pada website sekaligus melihat rekomendasi perbaikannya. Dalam studi kasus website Kota Bogor, ditemukan lima kerentanan kategori high dan empat kategori medium yang perlu segera ditindaklanjuti," paparnya.

Basuki menjelaskan, sejumlah rekomendasi dari pemeriksaan antara lain melakukan upgrade aplikasi PHPMailer yang memiliki celah remote execution serta menambahkan secure cookie flag pada pengaturan PHP. Menurutnya, pemeriksaan kerentanan dapat membantu instansi mengetahui celah keamanan sebelum dimanfaatkan untuk menyisipkan konten berbahaya.

Dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, Rizal Fathoni menyoroti perlunya pengamanan sejak tahap pengembangan aplikasi. "Institusi pendidikan memiliki lingkungan yang lebih terbuka karena website dapat diakses oleh mahasiswa dan banyak pihak. Jika sudah terkena penyisipan judi online, langkah reaktif yang dapat dilakukan adalah menutup layanan terlebih dahulu, menghubungi pemilik sistem, dan melakukan instalasi ulang," jelasnya.

Rizal juga mendorong pendekatan preventif melalui penggunaan SonarQube untuk pemeriksaan aplikasi, pengujian keamanan, dan penyusunan standar sebelum aplikasi masuk ke tahap production. Pendekatan ini menempatkan pengamanan sejak tahap pengembangan sehingga potensi kerentanan dapat diketahui sebelum aplikasi digunakan secara luas.

Perwakilan Dit. ATPDD, M. Ikhsan menjelaskan bahwa penanganan website desa yang menggunakan SIDEKA-NG dilakukan melalui beberapa tahapan ketika mendapat laporan peretasan. "Ketika ada laporan peretasan, langkah pertama adalah melakukan validasi konten untuk memastikan apakah website tersisipi judi online. Jika ditemukan, konten dihapus sebagai administrator dan password akun operator di-reset, kemudian dilakukan koordinasi dan eskalasi dengan tim aplikasi," terangnya. Ia menambahkan, pengamanan juga perlu disertai edukasi kepada pengguna agar tidak sembarang mengeklik tautan atau mengunggah berkas.

Rapat yang diikuti perwakilan Pusdatin kementerian/lembaga, serta Diskominfo provinsi, kabupaten, dan kota ini menghasilkan tindak lanjut berupa pengecekan ulang URL yang masih tersisipi konten judi online dalam waktu 3x24 jam sebelum dilakukan pemblokiran subdomain. Koordinasi serupa direncanakan secara rutin untuk meningkatkan kewaspadaan pengelola sistem pemerintah terhadap penyalahgunaan website. (Mhk)

Berita Lainnya

Model Terdistribusi Dikaji untuk Pengelolaan DNS Server Pemerintah
Model Terdistribusi Dikaji untuk Pengelolaan DNS Server Pemerintah
03 September 2026
Selengkapnya
DNS Server Pemerintah Disiapkan untuk Perkuat Keandalan Domain '.go.id'
DNS Server Pemerintah Disiapkan untuk Perkuat Keandalan Domain '.go.id'
20 Agustus 2026
Selengkapnya
Domain.go.id Versi 2026 Resmi Diluncurkan
Domain.go.id Versi 2026 Resmi Diluncurkan
07 Agustus 2026
Selengkapnya