Karawang, Ditjen TPD – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mendorong pemerintah desa mengelola domain “.desa.id” dan website desa secara berkelanjutan sebagai bagian dari aset digital pemerintah. Hingga pertengahan 2026, lebih dari 23 ribu domain “.desa.id” telah digunakan di Indonesia, menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya identitas digital dalam mendukung pemerintahan desa yang modern, transparan, dan terpercaya.
Direktur Aplikasi Pemerintah Digital (Dit. APD), Yessi Arnaz Ferari, menegaskan bahwa pengelolaan domain desa tidak berhenti pada proses pendaftaran. “Domain ‘.desa.id’ harus dipandang sebagai aset digital pemerintah yang perlu dikelola secara berkelanjutan, mulai dari administrasi, keamanan, pemantauan masa berlaku, hingga penyajian informasi yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Yessi saat membuka Sosialisasi Pengelolaan Domain “.desa.id” dan Website Desa di Aula 1 BAPPERIDA Kabupaten Karawang, Rabu (15/7).
Menurut Direktur Yessi, peningkatan jumlah domain “.desa.id” perlu diikuti dengan pengelolaan yang lebih tertib karena masih terdapat sejumlah tantangan, antara lain domain yang tidak diperpanjang, website yang kurang aktif, penyisipan konten ilegal, serta keterbatasan kapasitas aparatur desa dalam mengelola layanan digital. Karena itu, website desa diharapkan tidak sekadar hadir di internet, tetapi menjadi media pelayanan publik yang aktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Yessi juga menyampaikan bahwa Kemkomdigi terus memperkuat layanan pengelolaan domain pemerintah bersama PANDI serta mendukung pemanfaatan platform SIDEKA-NG untuk penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di desa. “Kami mengajak pemerintah kabupaten dan kota untuk terus melakukan inventarisasi domain, memperbarui data penanggung jawab, memantau masa berlaku domain, serta membina pemerintah desa agar pengelolaan domain dilakukan secara tertib dan berkelanjutan,” kata Yessi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karawang, Poltak S.M.L. Toruan, menyambut baik kolaborasi antara Kemkomdigi dan Pemerintah Kabupaten Karawang dalam kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis pengelolaan domain serta website desa. “Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan dan pengelolaan website desa di Kabupaten Karawang,” ujar Poltak.
Poltak menjelaskan bahwa saat ini baru terdapat 46 domain desa yang terdaftar di Kabupaten Karawang. Pemerintah daerah berharap jumlah tersebut terus bertambah dan akan terus mendorong pemanfaatan serta pengelolaan website desa bersama perangkat daerah terkait.
Sementara itu, perwakilan Direktorat Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah (Dit. ATPDD), Rian, menjelaskan bahwa penguatan identitas digital desa dapat berjalan seiring dengan pemanfaatan platform digital untuk mendukung pelayanan publik. “SIDEKA-NG merupakan aplikasi atau website layanan bagi pemerintah desa untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujar Rian dalam sesi pengenalan Sistem Informasi Desa dan Kawasan New Generation (SIDEKA-NG).
Menurut Rian, SIDEKA-NG saat ini telah digunakan oleh 10.833 desa dan telah terhubung dengan sejumlah sistem, antara lain Siskeudes, Prodeskel, dan SID. Dit. ATPDD juga memberikan pendampingan kepada Dinas Kominfo dan pemerintah desa dalam pelatihan website serta pengembangan layanan desa.
Kegiatan yang berlangsung secara hibrida itu diikuti oleh unsur pemerintah daerah, Dinas Kominfo Kabupaten, pemerintah desa, PANDI, serta jajaran Kementerian Komdigi, dengan jumlah peserta mencapai sekitar 1.100 orang berdasarkan daftar hadir. Selain sosialisasi pengelolaan domain “.desa.id”, kegiatan juga diisi pelatihan pengelolaan konten website secara learning by doing, meliputi penulisan berita instansi, pembuatan flyer menggunakan Canva, serta penyuntingan video menggunakan CapCut.
Melalui kegiatan tersebut, Kemkomdigi berharap pemerintah daerah dan pemerintah desa dapat memperkuat tata kelola domain dan website desa, termasuk meningkatkan kapasitas pengelola serta menjaga keberlanjutan layanan digital. Tindak lanjut kegiatan mencakup penertiban domain kedaluwarsa melalui, serta penguatan kapasitas pengelola website melalui pelatihan operator dan bimbingan teknis bersama .id Academy PANDI. (Mhk)